Mengenal Kebudayaan Daerah Bali - Provinsi Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Provinsi ini masuk dalam rangkaian kepulauan Nusa Tenggara. Dulu kepulauan ini pernah disebut dengan nama Sunda kecil. Suku bangsa Bali mendiami Pulau Bali yang sekarang menjadi sebuah Provinsi dengan delapan kabupaten dan satu kota. Salah satu kelompok masyarakat yang bermukim di daerah pegunungan merupakan salah satu suku bangsa Bali yang suka disebut sebagai orang Aga. Bali Aga merupakan salah satu suku bangsa Bali yang menganggap diri mereka sebagai penduduk asli Bali. Bali Aga sendiri berarti Bali Pegunungan.

 

 

Salah satu kelompok yang menjadi bagian dari suku bangsa Bali adalah orang Trunyan. Orang Trunyan memiliki kebudayaan unik tersendiri, yaitu mempunyai ciri-ciri kebudayaan pra-Hindu. Kebudayaan tersebut berkaitan dengan peristiwa kematian, Jenazah orang Trunyan tidak dibakar atau dikebumikan seperti lazimnya orang Bali, tetapi dibiarkan membusuk di udara terbuka.

Berbagai upacara adat yang terdapat di Bali :

1.    Upacara Kelahiran

Terdapat tiga golongan untuk penyambutan kelahiran bayi pada masyarakat Bali, yaitu golongan rakyat biasa, golongan bangsawan, dan golongan Bali Aga. Pada golongan rakyat biasa, upacara kelahiran dimulai dengan upacara Mara Lekat. Untuk golongan bangsawan menggunakan istilah lain, yaitu Mapak Rawe, Wawu Wijil, Kepus Udel, dan Nglepas Awon. Sementara golongan Bali Aga istilahnya, adalah Tapakan, Kepus Sawen, Nelu Bulanin, dan Ngetus Jambat.

2.    Upacara Turun Tanah

Upacara ini dilaksanakan saat pertama kali si anak mengalami kontak dengan agama dan tradisi, yang akan membimbing seumur hidupnya. Pada saat itu anak diberi nama dan diberkahi, serta boleh menginjakkan tanah  sebagai simbol dari Dewa-dewa, yaitu Brahma, Wisnu dan Syiwa.

3.    Upacara Potong Gigi

Upacara ini dilakukan bagi setiap wanita yang menginjak dewasa. Upacara ini sebagai tradisi lama yang menggambarkan agar seorang perempuan tidak mirip dengan leak. Saat ini upacara tersebut hanya sebagai simbolik tanpa dipotong gigi secara langsung.

4.    Upacara Pernikahan

Ada dua macam pernikahan yang ada di Bali, yaitu "kawin lari" dan "kawin ngidih". Kawin lari (cara kuno di Bali bagian timur) adalah perempuan menikah dengan meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Cara semacam ini sudah jarang dilakukan. Cara pernikahan yang umum dilaksanakan adalah kawin ngidih, yaitu pihak laki-laki meminta kepada orang tua pihak perempuan.

5.    Upacara Penyucian

 

Pernah ada suatu upacara yang paling dramatis yang terjadi pada tahun 1963, ketika gunung Agung meletus pada saat upacara penyucian (Eka Dasa Rudra) yang dilakukan hanya sekali dalam 100 tahun.

6.    Upacara Kematian

Bagi orang Bali Hindu orang yang meninggal akan dibakar melalui suatu upacara yang bernama Ngaben. Bagi sebagian orang Bali, yaitu orang Trunyan jenazah tidak dibakar atau di kebumikan, tetapi dibiarkan membusuk di udara bebas dengan melalui sebuah upacara yang disebut Ngutang Mayit.

 

 

Sumber : https://www.senibudayaku.com/2017/05/kebudayaan-daerah-bali.html